Apa yang anda tahu mengenai Teh ?

Tentunya hampir semua orang tahu apa yang dimaksud dengan Teh. Karena Teh telah dikenal sejak dahulu kala sebagai minuman kesehatan dengan berbagai khasiat yang menakjubkan. Bahkan sehari-hari banyak orang yang mengkonsumsi dan meminum Teh.

Studi secara epidemiological yang dikumpulkan dari berbagai laboratorium di dunia memberikan petunjuk bahwa polifenol teh dan faktor turunannya dalam bentuk epicatechin (EC), epicatechin galat (ECG), epigalo-katechin galat (EGC), catechin (C), dan epigaloo-catechin (EGC) ternyata memiliki kemampuan sebagai antioksidan yang cukup tinggi.

Polifenol teh atau sering disebut Katekin merupakan zat unik karena berbeda dengan Katekin yang terdapat dalam tanaman lain. Katekin teh bersifat anti mikroba (anti bakteri dan virus), anti radiasi, juga bersifat anti oksidan, melancarkan sekresi air seni dan menghambat pertumbuhan kanker.

Dari beberapa penelitian menunjukkan ternyata polifenol teh hitam berperan sebagai penangkap radikal bebas hidroksil sehingga tidak mengoksidasi lemak, protein, dan DNA dalam sel.

Dari hasil penelitian ternyata senyawa yang terdapat dalam teh yaitu polifenol (katekin) terbukti bisa mencegah penyakit jantung koroner, stroke, menguatkan pembuluh darah dan penambahan jumlah sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi, bahkan polifenol juga mengurangi pembentukan plak gigi dengan mempengaruhi kerja bakteri mulut.

Dalam jurnal yang dikeluarkan oleh Free Radical Research London disebutkan bahwa 2 cangkir teh memiliki kekuatan antioksidan setara dengan 20 gelas jus apel atau 7 gelas jus jeruk. Dan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung – Jawa Barat menunjukkan bahwa kandungan polifenol pada teh Indonesia yang merupakan komponen aktif untuk kesehatan adalah kurang lebih 1,34 kali lebih tinggi dibandingkan dengan teh dari negara lain. Namun tidak semua teh yang beredar di pasaran Indonesia memiliki kwalitas seperti itu. Disamping varietas dan budidaya, ternyata hampir 90 % teh terbaik dari Indonesia di export ke luar negeri. Sehingga khasiat yang dasyat tersebut belum dirasakan manfaatnya oleh sebagian rakyat Indonesia. Dan selama ini teh yang dikonsumsi oleh rakyat Indonesia adalah kwalitas dua atau tiga yang tentu saja manfaatnya juga berbeda dengan teh yang di export.

Jenis-Jenis Teh.

Pada dasarnya teh dibagi dalam 3 jenis yaitu : Teh Hitam, Teh Hijau, dan Teh Oolong. Meski berasal dari tanaman yang sama yaitu Camelia Sinensis, kandungan Katekin pada daun teh (Camelia sinensis) varitas assamica lebih tinggi dibandingkan dengan varitas sinensis.

Hampir seluruh tanaman teh di Indonesia merupakan camelia sinensis varitas assamica, sehingga Teh Indonesia memiliki potensi lebih menyehatkan. 75 % teh di dunia diolah atau diproses menjadi Teh Hitam dan menjadi salah satu jenis yang paling digemari di Amerika, Eropa dan tentu saja di Indonesia. Sisanya 23 % diolah dan diproses menjadi Teh Hijau dan 2 % diolah menjadi Teh Oolong.

Teh Hitam, Teh Hijau, maupun Teh Oolong berasal dari tumbuhan yang sama, nama dan wujud teh berbeda karena proses pengolahannya berbeda. Perbedaan dalam proses pengolahannya adalah sbb :

  • Teh Hitam. Teh Hitam dalam pengolahannya mengalami proses oksimatis (oksidasi enzimatis) penuh.
  • Teh Hijau.       Teh Hijau dalam pengolahannya tidak mengalami proses oksimatis.
  • Teh Oolong. Teh Oolong dalam pengolahannya mengalami proses semi oksimatis.

TEH HITAM menjadi Produk Unggulan.

Untuk mendapatkan teh yang berkwalitas tinggi biasanya daun teh yang dipetik adalah 3 pucuk daun teh yang paling atas, karena 3 pucuk daun teh yang paling atas (biasa disebut sebagai “peko”) memiliki kandungan Katekin paling tinggi, memiliki mutu dan rasa paling bagus.

Ketika Michael G. Hertog, Ph.D, dari National Institute of Public Health and Environmental Protection di Belanda, memberikan asupan flavonoid pada diet orang Belanda, dia menemukan bahwa “dengan basis 1 miligram perhari, asupan antioksidan flavonoid masih melebihi antioksidan beta karoten dan vitamin E. Jadi keberadaan flavonoid teh merupakan sumber antioksidan yang penting pada diet manusia”.

Penelitian lain yang dipimpin oleh para peneliti Belanda yang dinamakan Penelitian Zuthpen, menemukan bahwa flavonoid juga melindungi pembuluh darah. Dr. irving O. Keli mengikutkan diet 552 pria paruh baya selama 15 tahun saat mengikuti jejak timbulnya stroke. Para pria dengan asupan flavonoid yang tinggi memiliki peluang stroke 73 % lebih rendah dari pada pria yang mendapatkan asupan flavonoid yang rendah. Menurut Simon Maxwell, pengajar Senior di bagian Clinical Pharmacology, Leicester Royal Infimary, United Kingdom, teh hitam merupakan sumber dan setengah asupan flavonoid pada diet orang Barat.

Keunggulan Teh Hitam Indonesia :

  • Teh Hitam Indonesia (Teh Hitam Orthodox) mengandung Katekin yang lebih tinggi dibandingkan teh hijau negara lainnya.
  • Dalam teh hitam terdapat kandungan senyawa Theaflavin yang merupakan hasil oksidasi Katekin akibat proses oksimatis pada pengolahan teh hitam.
  • Thealavin “hanya” terdapat dalam teh hitam atau teh yang telah mengalami oksimatis.
  • Sejumlah penelitian menyatakan bahwa kekuatan theaflavin setara atau bahkan lebih baik daripada Katekin. Terlepas mana yang lebih baik, teh hitam memiliki keduanya baik Katekin maupun Theaflavin (Healthy Guide, edisi Agustus 1997 halaman 19).

Dan perusahaan Teh Hitam Blesstea di Indonesia, yang berkantor pusat di Jakarta, telah mengemas Teh Hitam yang bermutu ini antara lain dalam Botol, dalam sachet di dalam dos, dan dalam kemasan refill, dan dikenal sebagai Teh Hitam Blesstea. Teh hitam Blesstea ini merupakan teh hitam terbaik, karena hanya memanfaatkan 3 pucuk daun teh paling atas yang memiliki kandungan Katekin paling tinggi, sehingga kwalitasnya sangat terjamin.

Teh Hitam Blesstea juga memberikan kesempatan kepada rakyat Indonesia untuk berusaha dengan modal kecil, sekalian menjadi sehat, lihat website : http://www.TehHitamJkt.blogspot.com

Sumber tulisan : Buku Revolusi Antioksidan Teh Hitam (tulisan Drs. Nurhamidi, MBA, MM.) dan Teh Hitam Bless tea.